Kamis, 09 Agustus 2012

ILMU DAN KEUTAMAANNYA

ILMU DAN KEUTAMAANNYA

Oleh : Munirul Haq
السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته
الحمد لله حمدا الشاكرين , وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. إله الاولين والأخرين. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله خاتم الأنبياء والمرسلين , أللهم صل على محمدٍ صلّى الله عليه وعلى أله أجمعين وسلّم تسليماً كثيراً , أمّا بعد .
أوصيكم عباد الله وإياي بتقوى الله , إتقوا الله الذي يُؤوِي مَنِ اتقاة .
قال تعالى : قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَيَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا اْلأَلْبَابِ (الزمر:9)
إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا إِنَّ اللهَ عَزِيزُُ غَفُورٌ (فاظر:28)
صدق الله العظيم

Hadirin Rahimakumullah

      Dalam khotbah Jumat ini kami mengajak saudara-saudara untuk senantiasa berusaha meningkatkan taqwa kepada Allah Swt, taqwa dalam arti melaksanakan seluruh perintah Allah serta meninggalkan semua laranga-Nya.
      Juga taqwa yang dapat menumbuhkan rasa kekaguman atas kebesaran-Nya yang mampu berbuat segala sesuatu terhadap para hamba-Nya sesuai dengan kodrat dan iradat-Nya. 
 Hadirin rahimakumullah
      Dalam kesempatan khotbah ini kami ingin menyampaikan tentang keutamaan ilmu (fadlilah ilmu)
 I. Pengertian Ilmu
            Al ‘Ilmu ( Ilmu ) berasal dari kata ‘alima - ya’lamu -‘ilman  berarti mengetahui.1 Lawan katanya adalah al jahlu ( bodoh / tidak tahu ). Secara istilah ilmu adalah  ma’rifah ( pengetahuan ) tentang sesuatu yang diketahui dzat ( esensi ), sifat dan makna sebagaimana adanya. Maksud dari sebagaimana adanya ( ma hua ‘alaihi ) adalah sesuatu yang dalam kenyataannya dan bentuk lahir dari sesuatu yang diketahui tersebut. 2
 II. Dalil dari Al Quran dan Hadis
      
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَيَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا اْلأَلْبَابِ {9}
Artinya : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesunguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ( QS. Az Zumar : 9 )   
 
إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا إِنَّ اللهَ عَزِيزُُ غَفُورٌ {28}        
Artinya : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ( QS. Fathir : 28 ) 
… يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ …
Artinya : …niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…. ( QS. Al Mujadilah : 11 )
       Ayat-ayat di atas cukuplah bagi kita mengetahui bahwa orang-oarang yang berilmu menempati posisi penting dalam kehidupan ini dan juga kelak di sisi Allah Swt.
 
حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ ( رواه أحمد )
Artinya : ….”Barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya menuju Jannah”. ( HR. Ahmad )
             Hadis di atas diriwayatkan juga oleh Imam Muslim ( 4867) , At Tirmidzi ( 2570, 2869 ), Ibnu Majah ( 219, 221 ), Ahmad ( 7118, 7965 ) dan Darimi ( 346 ).

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ قَالَ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ خَطِيبًا يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الْأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ ( رواه البخاري )
Artinya : …..Barangsiapa yang Allah menghendaki suatu kebaikan pada dirinya, maka Dia memberinya pemahaman dalam masalah din….( HR. Bukhari )
             Hadis yang sama juga terdapat dalam Bukhari ( 2884, 5213, 6768 ), Muslim ( 1719, 1721, 3549 ), At Tirmidzi ( 2569 ), Ibnu Majah ( 216, 218 ), Ahmad ( 2654, 6896, 16234, 16236, 16243, 16246, 162447, 16257, 16273, 16290, 16299, 16305, 16321, 16323 ), Malik ( 1400 ) dan Darimi ( 226, 227, 228, 2590 ).
 III. Keutamaan Ilmu 
            Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “ Orang-orang yang berilmu mempunyai deajat, sebanyak tuju ratus kali derajat di atas orang-orang mukmin. Jarak di antara dua derajat ini terbentang sejauh perjalanan selama lima ratus tahun.”1
             Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata, “ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang dua orang, yang satu ahli ibadah, dan satunya lagi orang yang berilmu. Maka beliau menjawab, “Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah sama dengan kelebihanku atas orang yang paling hina di antara kalian.”
 Dalam hadis lain disebutkan :

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خِدَاشٍ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ كَثِيرٍ قَالَ قَدِمَ رَجُلٌ مِنْ الْمَدِينَةِ عَلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ وَهُوَ بِدِمَشْقَ فَقَالَ مَا أَقْدَمَكَ يَا أَخِي فَقَالَ حَدِيثٌ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَمَا جِئْتَ لِحَاجَةٍ قَالَ لَا قَالَ أَمَا قَدِمْتَ لِتِجَارَةٍ قَالَ لَا قَالَ مَا جِئْتُ إِلَّا فِي طَلَبِ هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضَاءً لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافَرٍ……( رواه الترمذي )
Artinya : …”Baransiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memberikan jalan menuju Jannah. Sessungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu, karena ridha terhadap apa yang dicarinya. Para penghuni langit dan bumi sampai hewan-hewan laut memohonkan ampunan dan rahmat baginya. Kelebihan orang yang berilmu  atas ahli ibadah ialah seperti kelebihan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya orang yang berilmu ( ulama ) adalah pewaris para nabi. Sedangkan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiap yang mengambilnya ( ilmu ), berarti ia telah mengambil bagian yang banyak ( melimpah ).” ( HR. At Tirmidzi )
             Kelebihan-kelebihan atau keutamaan orang yang berilmu itu banyak disinggung dalam Al Quran, sebagaimana tertulis dalam buku “Buah Ilmu” di antaranya :
1.                  Tidak sama antara kebodohan dengan Ilmu.
Allah SWT menolak mensejajarkan orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu, sebagaimana Dia juga menolak mensejajarkan pennghuni jannah dengan penghuni neraka. Allah berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَيَعْلَمُونَ … ( ألزمر : 9 )
Artinya : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui?”
 
لاَيَسْتَوِى أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ … ( الحشر : 20 )
Artinya : “Tidak sama para penghuni jannah dengan penghuni neraka.”
 
  Orang yang bodoh  itu seperti orang yang buta.

أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى … ( الرعد : 19 )
 
Artinya : “Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta?”
             Jadi manusia itu hanya ada dua tipe : orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu atau diumpamakan dengan orang yang buta.
O       Orang yang berilmu adalah orang-orang yang takut kepada Allah .

إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا إِنَّ اللهَ عَزِيزُُ غَفُورٌ {28}
Artinya : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ( QS. Fathir : 28 ) 
4.                  Ilmu adalah nikmat Allah yang paling mulia

وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا(113)
Artinya : “Dan Allah telah menurunkan Al Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui, dan adalah karunia Allah itu sangat besar kepadamu.” ( QS. An Nisa’ : 113 )
5.                  Kebaikan Dua Kekuatan : Ilmu dan Pengamalan.
وَالْعَصْرِ {1} إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ {2}إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ {3}
 Artinya : “ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaraan dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.”( Q.S. Al-Ashr: 1-3 )
6.                  Ilmu Seperti Hujan.
 Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim,bahwa Rasulallah bersabda yang artinya kurang lebih:
 ”Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diutus Allah kepadaku seperti hujan yang membasahi bumi. Ada bumi yang subur yang menerima air kemudian menumbuhkan rumput yang banyak. Ada bumi yang keras yang menahan air kemudian dengannya Allah memberi manfaat kepada manusia. Mereka meminum dari air tersebut, memberi minum hewan ternaknya, dan bercocok tanam. Hujan juga membasahi bumi yang lain, yaitu lembah yang tidak  mampu menahan air dan menumbuhkan rumput. Demikianlah perumpamaan orang yang memahami agama Allah kemudian mendapat manfaat dari apa yang aku utus dengannya . Ia belajar dan mengajar . Dan itulah perumpaan orang yang tidak bisa diangkat kedudukannya oleh petunjuk Allah, dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” (H.R Bukhari-Muslim).
7.                  Ilmu adalah Ibadah
      Ungkapan di atas maksudnya ialah bahwa cara terbaik untuk menyembah Allah ialah dengan mengetahui agama. Jadi upaya mempelajari ilmu adalah ibadah, seperti dikatakan Muadz bin Jabal ra, “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mancari ilmu karena Allah adalah ibadah.
      Dalam beribadah kepada Allah tiadalah yang lebih baik daripada ibadah yang didasari ilmu tentang agama, karena orang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, yang membatalkan ibadah, ibadah-ibadah wajib, sunnah, dan apa saja yang menyempurnakan ibadah, dan apa saja yang menguranginya.1  
 
وَالْعَصْرِ {1} إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ {2}إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ {3} 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar