KONSEP DASAR
BELAJAR BAHASA ARAB
A.
PENDAHULUAN
Belajar Bahasa Arab (asing) berbeda dengan belajar bahasa ibu, oleh
karena itu prinsip dasar pengajarannya harus berbeda, baik menyangkut metode
(model pengajaran), materi maupun proses pelaksanaan pengajarannya. Bidang
keterampilan pada penguasaan Bahasa Arab meliputi kemampuan menyimak (listening
competence/mahaarah al istima’) kemampuan berbicara (speaking
competence/mahaarah al-takallum), kemampuan membaca (reading
competence/mahaarah al-qira’ah), dan kemampuan menulis (writing
competence/mahaarah al – Kitaabah).
Setiap anak manusia pada dasarnya mempunyai kemampuan untuk
menguasai setiap bahasa, walaupun dalam kadar dan dorongan yang berbeda. Adapun
diantara perbedaan-perbedaan tersebut adalah tujuan-tujuan pengajaran yang
ingin dicapai, kemampuan dasar yang dimiliki, motivasi yang ada di dalam diri
dan minat serta ketekunannya.[1]
Adapun yang menyangkut konsep dasar belajar bahasa Arab yang ada
kaitannya langsung dengan ilmu jiwa belajar bahasa Arab ini ditinjau dari segi
psikologis yang menjadi indikator untuk mengetahui sejauh mana seseorang itu
memiliki mental belajar bahasa Arab di zaman sekarang ini.
Oleh karena itupula konsep dasar belajar bahasa Arab ini sangat
tergantung dan terpacu pada persiapan sejak dini dan ini adalah pondasi ataupun
pola dasar seseorang untuk memiliki mental belajar bahasa Arab. Adapun demikian
sebagaimana keterkaitannya langsung dengan dampak psikologis dengan konsep
dasar belajar bahasa Arab menjadi motivasi ataupun sebaliknya untuk para
pelajar bahasa Arab.
B.
PEMBAHASAN
1.
Defenisi Belajar
Sebagian orang berpendapat bahwa belajar adalah samata mata
mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk
informasi/materi pelajaran.[2]
Disamping itu, ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan
belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis.[3]
Dengan demikian adapula beberapa ahli yang mendefinisikan tentang
belajar diantaranya yaitu: Gagne, dalam buku the conditions of learning
(1977) menatakan bahwa: “ belajar terjadi apabila suatu situasi bersama dengan
isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya
(performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu
sesudah ia mengalami situasi tadi”.
Adapun demikian Morgan dalam buku Introduting to psikology
(1978) mengemukakan: “ belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap
dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan dan
pengalaman.”
Dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas, dapat dikemukakan
adanya beberapa elemen yang penting yang mencirikan pengertian tentang belajar,
yaitu bahwa:
a.
Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana
perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi ada
juuga kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
b.
Belajar merupakan suatu perubahan yang terjai melalui latihan atau
pengalaman; dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan
atau kemtangan tidak dianggap sebagai hasil belajar;seperti perubahan
yang terjadi diri seseorang bayi.
c.
Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut
berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti perubahan dalam
pengertian, pemecahan masalah/berpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan,
ataupun sikap.[4]
2.
Hakikat dan Teori Belajar Bahasa Arab.
Satiap bahasa adalah komunikatif bagi para penuturnya. Dilihat dari
sudut pandang ini tidak ada bahasa yang lebih unggul dari pada bahasa yang lain.
Maksudnya bahwa bahasa memiliki kesamarataan dalam statusnya, yaitu sebagai
alat komunikasi, setiap komunikasi tentu saja menuntut pemahaman diantara
perilaku komunikasi.[5]
Maka oleh karena itu kita selaku konsumen dalam artian pemakai
bahasa arab dalam kegiaan tertentu sangatlah memerlukan “mumaratsah” yang
artinya membiasakan diri untuk berbahasa, atau bergulat dengan bahasa arab
supaya bahwa berusaha untuk mumbuat para audians (mustami’uuna) paham akan apa
yang kita ungkapkan.
Adapun menyangkut teori belajar bahasa arab ialah menyangkut
komponen-komponen ataupun apasaja yang menyangkut teori belajarnya.
Secara
pragmatis, teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan
prinsip-prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah
fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar.[6]
3. Ciri-Ciri Belajar Bahasa Arab
Setiap perilaku
belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik. Karakteristik
perilaku belajar ini dalam beberapa pustaka rujukan, antara lain psikologi
pendidikan oleh Surya (1982), disebut juga sebagai prinsip-prinsip belajar.
Diantara ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik perilaku belajar
yang terpenting adalah:
1.
Perubahan Intensional.
Perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat
pengalaman atau paraktik yang dilakukan dengan sengaja dan disadari, atau
dengan kata lain bukan kebetulan. Karakteristik ini mengandung konotasi bahwa
siswa menyadari akan adanya perubahan yang dialami atau sekurang-kurangnya ia
merasakan adanya perubahan dalam dirinya, seperti penambahan pengetahuan,
kebiasaan, sikap dan pandangan sesuatu, keterampilan dan seterusnya.[7].
Adapun demikian perubahan Intensional ini berhubungan dengan proses
belajar bahasa Arab dimana para pelajar dengan sadar ia mengalami proses
perubahan yang terjadi dalam dirinya. Hal ini dipengaruhi atas dasar lingkungan
yang bernuansa Arabic seumpamanya: pesantren, dayah, atau lembaga lainnya yang
bernuansa Arabic.
Namun demkian, perlu pula dicatat bahwa kesengajan belajar itu,
menurut Anderson (1990) tidak penting, yang penting cara mengelola informasi
yang diterima siswa pada waktu pembelajaran terjadi.[8]
2.
Perubahan Positif dan Aktif.
Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat positif dan
aktif. Positif artinya baik, bermanfaat, serta sesuai dengan harapan. Hal ini
juga bermakna bahwa perubahan tersebut senantiasa merupakan penambahan, yakni
diperolehnya suatu yang baru (suatu pemahaman dan keterampilan baru) yang lebih
baik dari pada apa yang telah ada sebelumnya. Adapun perubahan aktif artinya
tidak terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan (misalnya,
bayi yang bisa merangkak setelah bisa duduk), tetapi karna siswa itu sendiri.[9]
Sama halnya yang terjadi di lingkungan kita saat ini yaitu dimana terlihat
jelas indikator yang menunjukkan turunnya proses belajar bahasa arab kita
sehingga kita perlu untuk meningkatkannya dengan cara melakukan perubahan
positif dan aktif.
3.
Perubahan Efectif dan fungsional
Perubahan yang timbul karena proses belajar bersifat efektif, yakni
berhasil guna. Artinya, perubahan tersebut membawa pengaruh, makna, dan manfaat
tertentu bagi siswa. Selain itu, perubahan dalam proses belajar bersifat
fungsional dalam arti bahwa ia relatif menetap dan setiap saat apabila dibutuhkan,
perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan.[10]
4.
Jenis-jenis Belajar Bahsa Arab.
Dalam proses belajar dikenal adanya bermacam-macam kegiatan yang
memiliki corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, baik dalam aspek
materi dam metodenya maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah laku yang
diharapkan. Keanekaragaman jenis belajar ini muncul dalam dunia pendidikan
sejalan dengan kebutuhan kehidupan manusia yang juga bermacam-macam,
diantaranya adalah:
a.
Belajar abstrak
Belajar abstrak ialah
belajar ang menggunakan cara-cara berpikir abstrak, tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan
pemecahan yang tidak nyata. Dalam mempelajari hal-hal yang abstrak diperlukan
peranan akal yang kuat di samping penguasaan atas prinsip, konsep, dan
generalisasi.
b.
Belajar keterampilan
Belajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan
gerakan-gerakan motorik yakni yang berhubungan dengan urat-urat saraf dan
otot-otot/neuromuscular. Tujuannya adalah untuk menguasai keterampilan
jasmaniah tertentu. Dalam belajar jenis ini latihan-latihan intensif dan
teratur amat diperlukan.
Oleh karena itu belajar sosial ini yang berhubungan dengan proses
belajar bahasa arab tidak lepas kaitannya dengan belajar keterampilan yang
sedang berjalan untuk dapat beradaptasi dengan orang/komunikan yang ada di
sekeliling kita, misalnya suatu komunitas atau lingkungan yang bernuansa bahasa
Arab, kita sangat dituntut untuk bisa dalam artian berketerampilan serta
berusaha untuk beradaptasi dengan bi ah/lingkungan tersebut.
a.
Belajar pemecahan masalah
Belajar pemecahan masalah pada dasarnya adalah belajar menggunakan
metode-metode ilmiah atau berpikir secara sistematis, logis, teratur dan
teliti. Tujuannya adalah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan koknitif
untuk memecahkan masalah secara rasional. Adapun untuk kita terapkan dalam
masalah ini adalah bagaimana cara kita untuk memecahkan masalah masalah yang
ada dalam ruang lingkup bahasa arab. Maka oleh karena itu kita sangat dituntut
untuk sistematis, logis, teratur dalam belajar utuk memecahkan masalah dalam
ruang lingkup Arabic.
b.
Belajar Rasional
Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan
berpikir secara logis dan rasional(sesuai dengan akal sehat). Tujuannya ialah
untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan
konsep-konsep.
c.
Belajar kebiasan
Belajar kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan
baru atau kebaikan kebiasaankebiasaan yang telah ada. Belajar kebiasaan, selain
menggunakan perintah, suri teladan dan pengalaman khusus, juga menggunakan
hukuman atau ganjaran. Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan
kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti
selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu (kontekstual).
d.
Belajar Pengetahuan
Belajar pengetahuan (studi) ialah belajar dengan cara melakukan
penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. Studi ini juga
dappat diartikan sebagai sebuah progarm belajar terencana untuk menguasai
materi pelajaran dengan melibatkn kegiatan investigasi dan exsprerimen
(Reber,1988).[11].
5.
Aktifitas-aktifitas belajar Bahasa Arab
Aktivitas belajar adalah seluruh aktivitas siswa dalam proses
belajar, mulai dari kegiatan fisik sampai kegiatan psikis. Kegiatan fisik
berupa ketrampilan-ketrampilan dasar sedangkan kegiatan psikis berupa
ketrampilan terintegrasi.[12]
Adapun dengan demikian proses belajar sangat terpacu dengan adanya
aktifitas-aktifitas yang pada dasarnya menjadi indikator tersendiri selama
proses belajar berlangsung. Oleh karena itu aktifitas-aktifitas belajar bahasa
Arab sangat tergantung dengan metoode-metode yang akan diterapkan oleh guru,
dikarenakan didalamnya (metode) ada unsur-unsur yang membuat siswa dalam
keadaan beraktifitas, dalam artian tidak luput dari aktifitas belajar, maka
oleh karena itu segala aktifitas belajar bahasa Arab tidak terlepas dari empat
kemahiran yang menjadi pondasi utama segala aktifitas belajar bahasa Arab.
“Pada prinsipnya
belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika tidak ada aktivitas. Itulah
mengapa aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting dalam interaksi belajar
mengajar”(Sardiman, 2001:93).[13]
[1] Yayat hidayat,Studi prinsip dasar metode pengajaran bahasa Arab, di akses
melalui situs: www.google.com, pada tanggal
27 Februari 2013.
[2] Muhibbin syah, psikologi pendidikan dengan pendekatan baru (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya), hal 89.
[3] Ibid, hal 89.
[4] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya), hal 84-85.
[5] Acep Hermawan, metodologi pembelajaran bahasa Arab, (Bandung : PT
Remaja Rosdakarya offsel, 2011), 58, diakses melalui situs www.google.com, pada tanggal 1 Maret,2013.
[6] Muhibbin syah, psikologi pendidikan dengan pendekatan baru (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya), hal 105.
[7] Ibid, hal 116.
[8] Ibid, hal 117.
[9] Ibid, hal 117.
[10] Ibid, hal 177.
[11] Ibid, hal 122 s/d 124
[12] Ketut juliantara,Aktifitas Belajar, diakses melalui situs www.google.com, pada tanggal 2 Maret 2013.
[13] Ketut juliantara,Aktifitas Belajar, diakses melalui situs www.google.com, pada tanggal 2 Maret 2013.