Rabu, 05 Juni 2013

konsep dasar belajar bahasa arab

KONSEP DASAR BELAJAR BAHASA ARAB

A.     PENDAHULUAN
Belajar Bahasa Arab (asing) berbeda dengan belajar bahasa ibu, oleh karena itu prinsip dasar pengajarannya harus berbeda, baik menyangkut metode (model pengajaran), materi maupun proses pelaksanaan pengajarannya. Bidang keterampilan pada penguasaan Bahasa Arab meliputi kemampuan menyimak (listening competence/mahaarah al istima’) kemampuan berbicara (speaking competence/mahaarah al-takallum), kemampuan membaca (reading competence/mahaarah al-qira’ah), dan kemampuan menulis (writing competence/mahaarah al – Kitaabah).
Setiap anak manusia pada dasarnya mempunyai kemampuan untuk menguasai setiap bahasa, walaupun dalam kadar dan dorongan yang berbeda. Adapun diantara perbedaan-perbedaan tersebut adalah tujuan-tujuan pengajaran yang ingin dicapai, kemampuan dasar yang dimiliki, motivasi yang ada di dalam diri dan minat serta ketekunannya.[1]
Adapun yang menyangkut konsep dasar belajar bahasa Arab yang ada kaitannya langsung dengan ilmu jiwa belajar bahasa Arab ini ditinjau dari segi psikologis yang menjadi indikator untuk mengetahui sejauh mana seseorang itu memiliki mental belajar bahasa Arab di zaman sekarang ini.
Oleh karena itupula konsep dasar belajar bahasa Arab ini sangat tergantung dan terpacu pada persiapan sejak dini dan ini adalah pondasi ataupun pola dasar seseorang untuk memiliki mental belajar bahasa Arab. Adapun demikian sebagaimana keterkaitannya langsung dengan dampak psikologis dengan konsep dasar belajar bahasa Arab menjadi motivasi ataupun sebaliknya untuk para pelajar bahasa Arab.

B.     PEMBAHASAN
1.      Defenisi Belajar
Sebagian orang berpendapat bahwa belajar adalah samata mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran.[2] Disamping itu, ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis.[3]
Dengan demikian adapula beberapa ahli yang mendefinisikan tentang belajar diantaranya yaitu: Gagne, dalam buku the conditions of learning (1977) menatakan bahwa: “ belajar terjadi apabila suatu situasi bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi”.
Adapun demikian Morgan dalam buku Introduting to psikology (1978) mengemukakan: “ belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan dan pengalaman.”
Dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas, dapat dikemukakan adanya beberapa elemen yang penting yang mencirikan pengertian tentang belajar, yaitu bahwa:
a.       Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi ada juuga kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
b.      Belajar merupakan suatu perubahan yang terjai melalui latihan atau pengalaman; dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kemtangan tidak dianggap sebagai hasil belajar;seperti perubahan yang terjadi diri seseorang bayi.
c.       Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan masalah/berpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap.[4]

2.      Hakikat dan Teori Belajar Bahasa Arab.
Satiap bahasa adalah komunikatif bagi para penuturnya. Dilihat dari sudut pandang ini tidak ada bahasa yang lebih unggul dari pada bahasa yang lain. Maksudnya bahwa bahasa memiliki kesamarataan dalam statusnya, yaitu sebagai alat komunikasi, setiap komunikasi tentu saja menuntut pemahaman diantara perilaku komunikasi.[5]
Maka oleh karena itu kita selaku konsumen dalam artian pemakai bahasa arab dalam kegiaan tertentu sangatlah memerlukan “mumaratsah” yang artinya membiasakan diri untuk berbahasa, atau bergulat dengan bahasa arab supaya bahwa berusaha untuk mumbuat para audians (mustami’uuna) paham akan apa yang kita ungkapkan.
Adapun menyangkut teori belajar bahasa arab ialah menyangkut komponen-komponen ataupun apasaja yang menyangkut teori belajarnya.
Secara pragmatis, teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip-prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar.[6]
3.         Ciri-Ciri Belajar Bahasa Arab
            Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik. Karakteristik perilaku belajar ini dalam beberapa pustaka rujukan, antara lain psikologi pendidikan oleh Surya (1982), disebut juga sebagai prinsip-prinsip belajar. Diantara ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik perilaku belajar yang terpenting adalah:
1.      Perubahan Intensional.
Perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat pengalaman atau paraktik yang dilakukan dengan sengaja dan disadari, atau dengan kata lain bukan kebetulan. Karakteristik ini mengandung konotasi bahwa siswa menyadari akan adanya perubahan yang dialami atau sekurang-kurangnya ia merasakan adanya perubahan dalam dirinya, seperti penambahan pengetahuan, kebiasaan, sikap dan pandangan sesuatu, keterampilan dan seterusnya.[7].
Adapun demikian perubahan Intensional ini berhubungan dengan proses belajar bahasa Arab dimana para pelajar dengan sadar ia mengalami proses perubahan yang terjadi dalam dirinya. Hal ini dipengaruhi atas dasar lingkungan yang bernuansa Arabic seumpamanya: pesantren, dayah, atau lembaga lainnya yang bernuansa Arabic.
Namun demkian, perlu pula dicatat bahwa kesengajan belajar itu, menurut Anderson (1990) tidak penting, yang penting cara mengelola informasi yang diterima siswa pada waktu pembelajaran terjadi.[8]
2.      Perubahan Positif dan Aktif.
Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat positif dan aktif. Positif artinya baik, bermanfaat, serta sesuai dengan harapan. Hal ini juga bermakna bahwa perubahan tersebut senantiasa merupakan penambahan, yakni diperolehnya suatu yang baru (suatu pemahaman dan keterampilan baru) yang lebih baik dari pada apa yang telah ada sebelumnya. Adapun perubahan aktif artinya tidak terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan (misalnya, bayi yang bisa merangkak setelah bisa duduk), tetapi karna siswa itu sendiri.[9] Sama halnya yang terjadi di lingkungan kita saat ini yaitu dimana terlihat jelas indikator yang menunjukkan turunnya proses belajar bahasa arab kita sehingga kita perlu untuk meningkatkannya dengan cara melakukan perubahan positif dan aktif.
3.      Perubahan Efectif dan fungsional
Perubahan yang timbul karena proses belajar bersifat efektif, yakni berhasil guna. Artinya, perubahan tersebut membawa pengaruh, makna, dan manfaat tertentu bagi siswa. Selain itu, perubahan dalam proses belajar bersifat fungsional dalam arti bahwa ia relatif menetap dan setiap saat apabila dibutuhkan, perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan.[10]
4.      Jenis-jenis Belajar Bahsa Arab.
Dalam proses belajar dikenal adanya bermacam-macam kegiatan yang memiliki corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, baik dalam aspek materi dam metodenya maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah laku yang diharapkan. Keanekaragaman jenis belajar ini muncul dalam dunia pendidikan sejalan dengan kebutuhan kehidupan manusia yang juga bermacam-macam, diantaranya adalah:
a.       Belajar abstrak
Belajar abstrak  ialah belajar ang menggunakan cara-cara berpikir abstrak, tujuannya  adalah untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan yang tidak nyata. Dalam mempelajari hal-hal yang abstrak diperlukan peranan akal yang kuat di samping penguasaan atas prinsip, konsep, dan generalisasi.
b.      Belajar keterampilan
Belajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik yakni yang berhubungan dengan urat-urat saraf dan otot-otot/neuromuscular. Tujuannya adalah untuk menguasai keterampilan jasmaniah tertentu. Dalam belajar jenis ini latihan-latihan intensif dan teratur amat diperlukan.
Oleh karena itu belajar sosial ini yang berhubungan dengan proses belajar bahasa arab tidak lepas kaitannya dengan belajar keterampilan yang sedang berjalan untuk dapat beradaptasi dengan orang/komunikan yang ada di sekeliling kita, misalnya suatu komunitas atau lingkungan yang bernuansa bahasa Arab, kita sangat dituntut untuk bisa dalam artian berketerampilan serta berusaha untuk beradaptasi dengan bi ah/lingkungan tersebut.
a.       Belajar pemecahan masalah
Belajar pemecahan masalah pada dasarnya adalah belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berpikir secara sistematis, logis, teratur dan teliti. Tujuannya adalah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan koknitif untuk memecahkan masalah secara rasional. Adapun untuk kita terapkan dalam masalah ini adalah bagaimana cara kita untuk memecahkan masalah masalah yang ada dalam ruang lingkup bahasa arab. Maka oleh karena itu kita sangat dituntut untuk sistematis, logis, teratur dalam belajar utuk memecahkan masalah dalam ruang lingkup Arabic.
b.      Belajar Rasional
Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir secara logis dan rasional(sesuai dengan akal sehat). Tujuannya ialah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep.
c.       Belajar kebiasan
Belajar kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau kebaikan kebiasaankebiasaan yang telah ada. Belajar kebiasaan, selain menggunakan perintah, suri teladan dan pengalaman khusus, juga menggunakan hukuman atau ganjaran. Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu (kontekstual).
d.      Belajar Pengetahuan
Belajar pengetahuan (studi) ialah belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. Studi ini juga dappat diartikan sebagai sebuah progarm belajar terencana untuk menguasai materi pelajaran dengan melibatkn kegiatan investigasi dan exsprerimen (Reber,1988).[11].
5.      Aktifitas-aktifitas belajar Bahasa Arab
Aktivitas belajar adalah seluruh aktivitas siswa dalam proses belajar, mulai dari kegiatan fisik sampai kegiatan psikis. Kegiatan fisik berupa ketrampilan-ketrampilan dasar sedangkan kegiatan psikis berupa ketrampilan terintegrasi.[12]
Adapun dengan demikian proses belajar sangat terpacu dengan adanya aktifitas-aktifitas yang pada dasarnya menjadi indikator tersendiri selama proses belajar berlangsung. Oleh karena itu aktifitas-aktifitas belajar bahasa Arab sangat tergantung dengan metoode-metode yang akan diterapkan oleh guru, dikarenakan didalamnya (metode) ada unsur-unsur yang membuat siswa dalam keadaan beraktifitas, dalam artian tidak luput dari aktifitas belajar, maka oleh karena itu segala aktifitas belajar bahasa Arab tidak terlepas dari empat kemahiran yang menjadi pondasi utama segala aktifitas belajar bahasa Arab.
Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika tidak ada aktivitas. Itulah mengapa aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar”(Sardiman, 2001:93).[13]















     





[1] Yayat hidayat,Studi prinsip dasar metode pengajaran bahasa Arab, di akses melalui situs: www.google.com, pada tanggal 27 Februari 2013.
[2] Muhibbin syah, psikologi pendidikan dengan pendekatan baru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), hal 89.
[3] Ibid, hal 89.
[4] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), hal 84-85.
[5] Acep Hermawan, metodologi pembelajaran bahasa Arab, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya offsel, 2011), 58, diakses melalui situs www.google.com, pada tanggal 1 Maret,2013.
[6] Muhibbin syah, psikologi pendidikan dengan pendekatan baru (Bandung: PT Remaja Rosdakarya), hal 105.
[7] Ibid, hal 116.
[8] Ibid, hal 117.
[9] Ibid, hal 117.
[10] Ibid, hal 177.
[11] Ibid, hal 122 s/d 124
[12] Ketut juliantara,Aktifitas Belajar, diakses melalui situs www.google.com, pada tanggal 2 Maret 2013.
[13] Ketut juliantara,Aktifitas Belajar, diakses melalui situs www.google.com, pada tanggal 2 Maret 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar